Situs Penjual Gadis Perawan Jadi Kontroversi di Jerman

Situs penjual gadis perawan ternyata bukan sekedar isapan jempol melainkan benar adanya dan sudah beroperasi secara resmi di Jerman sejak tiga tahun silam. Apakah ini merupakan tanda bahwa dunia sedang memasuki akhir zaman? Semakin banyak barang maupun jasa yang aneh dan tidak wajar diperjual belikan di internet, membuat siapapun yang melihatnya jadi daftar slot online terpercaya.

Semua ini bermula dari masalah besar yang hingga detik ini masih menjadi perdebatan di seluruh penjuru dunia, baik negara maju maupun sedang berkembang sama-sama mengalaminya. Masalah tersebut adalah mahalnya biaya pendidikan khususnya ketika sudah menginjak bangku kuliah, padahal semestinya negara menjamin mutlak hak setiap warga negaranya untuk mengenyam pendidikan secara layak.

Situs Penjual Gadis Perawan Jadi Kontroversi di Jerman

Karena tidak sanggup menyediakan biaya masuk universitas, seorang gadis asal Prancis nekat menjajakan keperawanannya di sebuah situs penjual gadis perawan. Namanya adalah Adriana, kala itu berusia 18 tahun dan terlihat putus asa karena masa depannya terancam untuk putus sekolah, padahal ia memiliki impian ingin menjadi seorang guru didik.

Adriana menggunakan platform website judi slot bernama Cinderella Escort untuk melelang keperawanannya, di mana ia membuka harga awal kira-kira senilai 800 juta rupiah. Sementara itu, publik pun mulai melayangkan kecaman terhadap pengelola situsnya karena dianggap tidak bermoral dan bahkan melanggar hukum terkait perdagangan manusia.

Situs Penjual Gadis Perawan Membuat Pemiliknya Kaya Mendadak

Jan Zakobielski adalah seorang pemuda bertubuh tambun berusia 26 tahun, mengaku kepada awak media sebagai pemilik dari situs penjual gadis perawan secara terang-terangan. Zakobielski menjelaskan bahwa konsep Cinderella Escort adalah bertindak sebagai agensi yang mempertemukan antara si penjual keperawanan dengan klien yang bersedia membelinya.

Awal mulanya, seorang teman wanita mendatangi Zakobielski dan meminta pertolongannya untuk mencarikan orang yang mau membayar keperawanannya. Sebuah ide cemerlang tiba-tiba saja terlintas di benak Zakobielski, lalu ia memutuskan untuk menjadikannya sebagai sebuah perusahaan jasa secara profesional seperti pada umumnya.

Situs Penjual Gadis Perawan Membuat Pemiliknya Kaya Mendadak

Pria ini sama sekali tidak merasa bersalah, bahkan menurutnya Cinderella Escort telah membantu para gadis ini agar tidak terjerumus kepada praktik penipuan. Seandainya tidak ada situs miliknya, bisa jadi sekumpulan gadis perawan itu akan kehilangan keperawanannya tanpa mendapat bayaran setimpal seperti yang telah disepakati sebelumnya.

Jika mencermati secara garis besar, kegiatan Zakobielski tak ada bedanya dengan profesi mucikari yang memperjualbelikan gadis dan jasa prostitusi. Namun, Zakobielski membantah hal tersebut, dan berkilah bahwa ia lebih suka disebut sebagai seorang pebisnis, seraya menjelaskan sejumlah perbedaan antara pekerjaannya dengan jasa prostitusi.

Menolak Disamakan Dengan Profesi Mucikari dan Jasa Prostitusi

Kepopuleran situs jual beli online di era pandemi semakin menggila karena masyarakat diminta untuk berdiam diri di rumah. Namun sayang sekali, situs penjual gadis perawan seperti Cinderella Escort terpaksa hiatus sementara waktu karena kegiatannya beresiko menularkan covid-19 sehingga harus menunggu hingga pandemi mereda.

Tak masalah bagi Zakobielski, karena dirinya sudah mengumpulkan sejumlah besar uang yang cukup untuk bertahan hidup bahkan berkelimpahan selama beberapa tahun mendatang. Dirinya juga merasa telah membantu banyak gadis yang ingin menjual keperawanannya supaya berhasil mewujudkan impiannya dan bersama-sama menjadi milyarder di usia muda.

Situs Penjual Gadis Perawan Menolak Disamakan Dengan Profesi Mucikari dan Jasa Prostitusi

Ia menuturkan bahwa banyak sekali praktik penjualan keperawanan di pasar gelap dan berujung pada perbudakan bahkan pembunuhan karena terjadi pertengkaran antara penjual dan pembeli. Dengan adanya Cinderella Escort, hal semacam itu dapat dihindari karena setiap gadis maupun calon klien telah melalui serangkaian proses seleksi yang ketat oleh situs miliknya.

Semua gadis ini mendapat julukan sebagai Escort pada situs yang dikelola oleh Zakobielski, kebanyakan dari mereka bukannya senang dengan keputusan tersebut. Kerasnya tekanan serta himpitan kehidupan telah memaksa mereka untuk menjual kehormatannya dengan berbagai alasan mulai dari kesulitan biaya pendidikan, atau berniat mengubah nasibnya yang selama ini hidup di bawah garis kemiskinan, hingga sekedar ingin mengendarai mobil mewah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *