Jual Beli Manusia Online Bagaikan Barang Dagangan di Kuwait

Jual beli manusia online agaknya tampak seperti sebuah kemustahilan apabila sejumlah media massa terkemuka di dunia tidak mengangkatnya menjadi sebuah headline. Percaya atau tidak, nyatanya telah terjadi praktek serupa perdagangan manusia ataupun perbudakan masa kini dan baru saja terkuak prakteknya setelah sekian lama tersembunyi di negara Kuwait.

Tak hanya itu, sejumlah perusahaan raksasa berbasis teknologi pun banyak yang kecolongan seperti misalnya Google, Facebook, hingga Apple besutan mendiang Steve Jobs. Berdasarkan hasil investigasi secara confidential oleh BBC Saudi Arabia, ternyata telah beredar semacam aplikasi tersemat pada smartphone di area Kuwait secara ilegal, berisikan tampilan user interface persis situs e-commerce tanah air seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, dan kawan-kawannya.

Jual Beli Manusia Online Bagaikan Barang Dagangan di Kuwait

Jika ada sebuah perbedaan mendasar yang paling mencolok, sudah pasti merupakan produk yang ditawarkan pada platform tersebut bukanlah barang melainkan manusia asli. Sedikitnya ada lebih dari seribu perempuan tertera persediaannya ready stock secara lengkap mulai dari biodata, asal negara, foto close up dan full body, hingga fitur unggulan yang menyertakan keahlian tertentu.

Para wanita malang ini diperdagangkan secara bebas dan para pengunjung aplikasi dapat memilih secara leluasa sesuai kebutuhan user. Bagaimanapun juga, sebagian besar dari mereka akan dipaketkan untuk tujuan utama sebagai asisten rumah tangga yang tugasnya akan meliputi menjaga kebersihan rumah tuannya, dan terkadang melayani seperti bantu memandikan tanpa bisa melawan.

Jual Beli Manusia Online Sebagai Dampak Negatif Kemajuan Internet

Meski demikian, jurnalis BBC sempat menjajal berbagai fitur yang tersedia pada aplikasi ilegal tersebut dan mendapati bahwa mereka pun turut menjual barang lain normal pada umumnya. Entah hanya sebagai kedok untuk mengelabui atau bukan, yang pasti fokus utama mereka tentu saja menjual manusia bagaikan budak karena profitnya jauh lebih menggiurkan dan sebanding dengan resikonya apabila kegiatan ini tercium oleh pihak berwenang.

Berdasarkan laporan terpercaya, para wanita tersebut terindikasi kuat dugaan bahwa mereka berasal dari pekerja migran gelap alias bukan asli warga negara Kuwait. Harga yang ditawarkan pun cukup fantastis, sekitar tiga ribu poundsterling atau kurang lebih setara dengan lima puluh lima juta rupiah sebagai mahar penebusan.

Jual Beli Manusia Online Sebagai Dampak Negatif Kemajuan Internet

Aplikasi ini bahkan terkoneksi dengan sebuah akun Instagram sehingga meresahkan Mark Zuckerberg sebagai pemilik sah dari Facebook. Kita sudah cukup kaget melihat berita mengenai jual online top speed supercar yang sanggup membuat siapapun geleng – geleng kepala, akan tetapi kasus ini jauh lebih mengejutkan karena melibatkan tindakan kriminal tingkat global menyangkut HAM.

Inilah sebuah bukti bahwasanya tak selamanya kemajuan pada suatu bidang seperti teknologi jaringan atau internet akan selalu membawa hal positif terhadap umat manusia. Seperti filosofi penganut kepercayaan Tao, hidup ini tak ubahnya lingkaran yin yang, hitam dan putih, ada hal baik maka hal buruk pun juga mengikuti dari belakang.

Aksi Penyedia Jasa Perbudakan Daring Yang Nyeleneh Tapi Serius

Seandainya pemesan berminat untuk melakukan transaksi jual beli manusia online, mereka harus berkomunikasi melalui pesan pribadi terhadap seller bersangkutan. Uniknya, para penjual budak online ini membubuhkan disclaimer pada setiap deskripsi produk bahwasanya perdagangan manusia adalah perbuatan yang melanggar hukum negara.

Para pelaku menuliskan judul produk mirip seperti seller online shop pada umumnya, seperti polos dan tanpa merasa berdosa menempelkan hal tersebut pada manusia. Beberapa jargon umum kita jumpai seperti misalnya kalimat promosi berbunyi ‘murah senyum, layanan berkualitas, tanpa keluhan’ ataupun ‘cuci gudang; minus kelakuan sering menuntut jatah libur’ seakan mereka sedang bercanda.

Aksi Penyedia Jual Beli Manusia Online Nyeleneh Tapi Serius

Ironisnya bahkan kedapatan pula oknum polisi di wilayah setempat yang berniat menjual asisten rumah tangganya dan mengaku memberikan promo diskon. Ia juga memberikan saran bagi calon pembeli untuk menyita paspor sang budak agar tidak berkutik dan urung niatnya untuk membangkang terhadap perintah tuannya sampai masa berlaku visanya habis.

Sebagai orang yang mengemban tugas untuk melindungi masyarakat, oknum polisi tersebut justru malah ikut mendukung kelangsungan ekosistem perbudakan secara diam-diam. Setelah BBC membayarkan harga yang disepakati, gadis remaja yang masih berusia 16 tahun tersebut akhirnya diantarkan menuju kedubes Afrika untuk pulang ke negara asalnya di Guinea.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bisnis Jual Beli Bayi Via Sosial Media

Sab Des 26 , 2020
Bisnis jual beli bayi bukan hanya tidak berperikemanusiaan, melainkan ia juga termasuk tindakan kejam dan keji, seakan tidak punya hati nurani. Beberapa tahun silam, praktek perdagangan bayi manusia baru saja terbongkar dan ironisnya pelaku memanfaatkan jasa Instagram serta Whatsapp.
Bisnis Jual Beli Bayi Via Sosial Media